Rabu, 26 Oktober 2011

Behind the scene part 5 (ending)

6 bulan kemudian………..
“Selamat ya za” Sasha memberi selamat kepadaku.
“Akhirnya kamu terpilih sebagai pemeran utama wanita terbaik”. Sasha memelukku.
“ Ya…” aku menjawab singkat. Entah karena apa, beberapa hari terakhir ini aku lebih banyak diam. Aku menuruti apa yang Sasha katakana. Soal tawaran job pun Sasha yang mengatur sekarang ,bukan Pa’ Heru lagi. Dia mempunyai hak untuk semua itu setelah dua bulan yang lalu terjadi sesuatu yang aku tidak inginkan.
“ Nih baca?” Sasha melemparkan majalah dan tabloid ke meja.
“ Semua berita isinya kamu dan Daffa. Apa benar kejadian di club itu?”
“ Itu ga benar Sha. Aku juga sudah jelaskan semuanya ke wartawan kemarin.”
“ Sekarang kamu yang bohong atau wartawan yang mengada-ada. Aku ga bisa mempercayai siapapun”.
Ya..dua bulan yang lalu berita heboh yang mengiisi semua tabloid. Ketika itu aku diajak oleh Daffa ke club malam. Memang itu acara dari sponsor film yang ingin mengadakan party setelah usai syuting film berakhir. Tadinya aku tidak mau. Tapi pihak produser memaksaku. Hufff akhirnya aku menyetujuinya. Semua kru dan para artis actor menikmati party tersebut terkecuali aku.Minuman keras pun disediakan.
“ Kau tidak minum za?”Daffa menawarkan minuman dan berusaha duduk disampingku.
“ Ga terima kasih” Aku mencoba menghindar.
“ Sedikit aza “
“ Kalau aku ga mau, ya aku ga mau?”
Daffa pun pergi dengan kecewa. Dia pun berbaur dengan teman-temannya yang juga minum minuman tersebut. Hingga pukul 12 malam, aku ingin izin pulang lebih dulu. Aku sudah bosan dengan musik keras yang terngiang di telingaku. Pak produser pun mengijinkannya. Ketika aku melewati kerumunan orang yang sedang menari, tiba-tiba’…
“ Kita dansa dulu yuk za’!”Daffa memegang tanganku.
“ Ga , in sudah malam aku ingin pulang”.
“ Sebentar saja, please!”Ucap Daffa yang sudah terlihat mabuk
Terlihat kru dan artis lain pun menyetujuinya.
“ Gpp sih za…dance az masa ga mau” ucap yang lain setuju.
Hushh..aku menghela napas panjang. Dirangkulnya pinggangku. Aku agak ragu-ragu memegang pundakknya.
“ Sudah lama aku menginginkan hal ini”
Aku hanya diam tidak menanggapi ucapannya.
“ Ingat tidak za’ waktu kita pertama kali bertemu di tempat casting”.
“Ya…”sungguh justru aku ngin melupakannya.
“ Humm..akhirnya di film ini kita bisa kerja bareng, walaupun Cuma satu bulan tapi bag aku lebih dari cukup. Dan aku boleh memilih peran untuk wanitanya.”
“ Maksudnya…” Aku mulai tak mengerti.
“ Oh..jadi kamu yang memilih aku jadi peran utama di film ini”raut wajahku mulai serius.
“ Apa ada masalah”
“Tidak. Kenapa harus aku”
“ Kamu masih juga belum tahu mengapa”
Aku diam beberapa menit. 
“ Apa karena…” tanyaku belum sempat berkata apa-apa.Tiba-tiba Daffa menempelkan bibirnya ke wajahku.
“ Karena aku mencintaimu”ujar Daffa usai menciumku.
 Dan…….Plakkk…
Semua mata melihat. Wartawan yang ada disitu pun mengambil kesempatan dengan foto-fotoku dengan Daffa. Pada akhirnya semua terjadi. Dan pada saat itu juga semua terungkap. Rahasia selama ini yang aku tidak tahu.
“ Kamu mau tahu kenapa aku marah” ucap Sasha ketika mengetahui hal itu lewat berita tabloid,majalah dan berita infotaiment.
Aku menggelengkan kepala. Singkat tapi benar-benar menohok tenggorokanku.
“ Aku sebenarnya adalah sepupu Caesar”
Aku terdiam lemas. Jadi Sasha sepupu Caesar. Pria bertopi itu.
“ Kamu masih ingat kan janjimu pada saudaraku” Sasha mengingatkanku atas janjiku dulu. Waktu itu pertama kali selesai syuting film pertamaku. Caesar mengajakku ke Bali.
“ Ini…” Caesar memberiku sebuah kado.
“ Apa ini?.” kado berwarna pink itu berpitakan oranye.
“ Karena kamu sukses dengan film ini, jadi aku memberimu ini”
Caesar membuka kado itu. Dan ternyata sebuah kunci. Caesar memegang kunci itu dan menaruhnya di tanganku.
“ Kunci??” ucapku heran
“ Ya ..ini kunci apartement . Hadiah buat kamu”
“ Tapi ini terlalu mahal Caesar”
“ Buat kamu ..apapun akan ku beli”. Caesar merangkul aku.
Caesar telah banyak membantuku. Dari membayar semua biaya kuliah aku kemudian membayar biaya sakit mama yang koma di rumah sakit kala itu. Aku berhutang banyak padanya. Maka ketika dia menyatakan cinta padaku . Aku sama sekali tak menolaknya.
Dan dia juga memberiku asisten Sasha yang baik hati.
Caesar memegang jemari tanganku.
“ Janji ya za’”
“ Apa?”
“ Sepulang aku dari amrik kamu harus tetap setia menungguku”
Aku menganggukan kepala dan membalas pelukannya.
Caesar memang ingin sekali melanjutkan sekolahnya ke amerika. Dia ingin masuk sekolah seni dan ingin menjadi sutradara yang handal. Secara dari background keluarganya memang dari seniman semua. Dari mula mamanya yang seorang penyanyi, papanya seorang produser film. Pak Hari Sanjaya yang ternyata adalah papanya.
“ Love you filza “.
“ Love you too” ucapku lirih di pundaknya.
Caesar sangat baik, sayang dan pengertian. Aku sungguh beruntung mendapatkannya. Dan ternyata Alya model yang bertemu dengan aku waktu casting itu adalah mantannya. Semenjak saat itu sifat Alya berubah padaku. Ketika ada pemotretan bareng pun dia sama sekali tidak menyapaku.
“ Sudah ingat”. Sasha kembali bertanya padaku.
“ Ya..akuu tahu “
“ Kalau begitu kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Tak perlu aku suruh kan.”
Aku menganggukan kepala. Sasha pergi meninggalkan aku. Suara telpon mengagetkanku. Humm Daffa menelefonku. Sudah sepuluh panggilan tak terjawab tertera di hp ku. Aku mengangakat telponn genggamku.
“ Ya hallo. Mau ngapain lagi”
“ Please za’ apa kamu masih marah” suara Daffa lembut di telingaku
“ Tidak..”
“ Bisa kita ketemu”
“ Sorry aku ga bisa. “
“ Please jangan buat aku seperti ini. Aku benar-benar serius za’.”
“ Kalau ga bisa ya ga bisa” ucapku dengan mengakhiri panggilan Daffa d telefon.
Huahh..sungguh aku bingung. Apa karena aku sudah mulai suka pada Daffa. Selama syuting dengan banyak sekali perhatian yang dia berikan padaku. Tapi sungguh aku juga tidak bisa menghalau perasaan ini.

Pagi itu sangat cerah. Aku tertidur pulas. Tiba-tiba aku terbangun dengan sms Sasha di hpku.
“ Za’ aku keluar sebentar ada urusan. Hari ini kamu tidak ada syuting. Aku sudah membatalkan janji dengan pihak sponsor. Hari ini kamu bisa beristirahat dulu. Banyak istirahat ya za’.”
Sasha pasti lagi berlibur. Huahh aku menguap . Ternyata aku masih mengantuk. Ku ambil segelas air. Kuteguk segelas air putih. Kuberanjak dari tempat tidur. Kuberjalan kearah balkon. Segar rasanya jika ingin menghirup udara pagi.
Kulihat lalu lalang orang yang sibuk beraktivitas pagi ini. Baguslah aku free. Tidak ada kegiatan hari ini. Lagi enak-enaknya menghirup. Tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang. Aku menoleh kaget. Senyum orang itu sangat kukenal.
“ Caesar”
“ Hi…sweety..”
Tanganku bersandar pada penyanggah. Aku benar-benar terkejut. Tepat dia didepanku sekarang dan sangat dekat.
“ Kenapa? Kamu ga senang aku datang?”
“ Bukan itu. Kenapa ga bilang kalau mau datang ke indonesa. Kan aku bisa jemput kebandara.”
“ Kan kejutan. Sukses bikin kamu terkejut”.
Humm..Ini pasti ulah Sasha ,dia pasti Caesar bakal datang hari ini.
“ Sasha yang menjemputmu?”
“Yup”
“Aishh Sasha ko ga bilang sih kamu datang”.
“ Aku yang menyuruhnya untuk tidak memberitahumu.”
“ Humm…” Caesar menghela napas perlahan.
  I miss u”.Caesar memeluk erat aku.
“ Me too.”
Beberapa jam  kemudian aku pun berbincang-bincang lama dengan Caesar. Kami bercerita lama tentang kehidupan kami masing-masing. Sampai suatu pertanyaan yang membuat aku terdiam.
“ Apa masalahmu sudah selesai dengan dia?”
Apa Caesar semua itu. Sasha kah yang menceritakannya.
“ Masalah apa?
“ Aku sudah membaca beritanya. Sasha tidak memberitahuku. Hanya saja tabloid yang memuat berita kamu ada di mobil. Aku tidak sengaja membaca.”
“ Kamu percaya aku kan?”
“ Of course honey. Dulu waktu kamu belum menjadi artis aku sudah bertanya tentang hal ini. Resiko kalau public figure selalu menjadi bahan perbincangan. Just stay up ok”.
Selalu kata-kata Caesar membuat aku tenang. Itu yang menjadi alas an aku tidak akan pernah meninggalkan Caesar, Karena aku nyaman di sampingnya.

            Ketika menjelang sore, Caesar mengajakku jalan-jalan ketempat papanya yang baru datang dari Australia. Humm rumahnya tak jauh dari Perusahan papanya. Caesar mengemudikan mobilnya dengan pelan.
“ Selama aku di Amrik , kamu ga pernah kan main kerumahku.”
Aku menggelengkan kepalaku.
“ Pasti mereka bakal terkaget-kaget ya..apalagi papa. Karena kita memang sudah janji untuk merahasiakannya bukan?”
“ Iya.”. Aku tersenyum . Caesar menghusap pipiku dengan lembut.
Rumah dengan tingkat 4 berwarna coklat dicampur dengan itu terlihat megah. Caesar membukakan pintu mobilnya. Aku berjalan memasuki rumah itu.
Terlihat sosok pria yang selaku produserku Pak Hari sanjaya. Dia adalah orang pertama yang memproduseri filmku.
“ Filza sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?”
“ Iya. Baik Om”.
Aku duduk berhadapan dengan papa Caesar. Caesar tersenyum senang , apalagi dia mulai mengenalkan aku sebagai kekasihnya.
“ Seleramu tinggi ya Caesar”
“ Ah papa bisa az.”Caesar tersenyum manis kearahku.
Tak lama setelah itu mama Caesar pun muncul. Di usianya yang mulai tua, wanita itu tetap terlihat cantik. Tak beberapa menit adiknya yang perempuan muncul. Mereka sangat ramah.
“ Sudah kumpul semua nih” ucap papa Caesar senang.
“ Tunggu pa’”.mama Caesar menmpali.
“ Ouu dimana dia. “
“ Bentar lagi datang”.
“ Nah itu dia”.
Suara mobil terderngar kearah kami. Aku pun menoleh. Cowok berkacamata hitam itu memanggil papanya. Dia menghampiri kami. Aku terkejut. Daffa!!!.
“ Nah ini dia anak papa yang paling keren baru datang”.
Aku memalingkan wajahku. Daffa menyadari kehadiranku. Belum sempat dia bertanya. Tiba-tiba Caesar berkata..
“ Kenalin Daf’ ini calon tunanganku Filza, kamu pasti tahu kan “.
Sesuatu bagai menampar hatiku jatuh. What..Caesar bilang tunangan. Mengapa tadi di jalan dia tidak sama sekali membahas hal itu.
“ Oh..jadi ini calon tunangan kaka” raut muka daffa mulai sangat kecewa.
“ Nanti kamu datang ya ..di acara pertunangan kami. Satu bulan lagi mungkin”.
  Sepanjang perkumpulan itu aku hanya diam. Menjelang malam Caesar mengantarkanku pulang. Daffa sudah pergi sebelum malam . Terlihat tidak bersahabat sore itu. Sesampainya di apartement Caesar menarik tanganku sejenak.
“ Kamu marah”
“ Buat apa”
“ Aku mengajak tunangan tiba-tiba tanpa konfirmasi dulu dengan kamu”
“ Humm kenapa harus buru-buru”.
“ Aku harus cepat. Karena wanita yang berada di hadapanku sekarang hanya menyimpan 50% hatinya untukku. Aku tidak mau setengah hatimu akan berkurang untukku. Aku tahu apa yang terjadi dengan hatimu yang mulai goyah saat ini. Aku tidak ingin mengakhiri. Karena aku masih bisa mempertahankannya.”
Tiba-tiba aku menangis. Dia menyadarkan pundaknya padaku.
“ Maafkan aku” aku terisak.
“ Sudahlah aku mengerti”.
  Love you Caesar” aku memeluk erat pundaknya. Malam itu juga aku tersadar dan memang Caesar yang terbaik untukku.

Tamat……………..

           






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar